TBSM
Bukan Cuma Bongkar Mesin, Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Jadi Incaran Favorit Gen Z
Editor: Redaksi • Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:58 WIB
Ilustrasi Siswa TBSM Saat Magang
SMKN11Bungo.com — Tren pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami pergeseran dinamis. Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) kini mencuat sebagai salah satu kompetensi keahlian yang paling banyak digemari oleh Generasi Z. Tidak lagi dipandang sekadar tempat belajar montir konvensional, TBSM telah bertransformasi menjadi wadah kreativitas, bisnis, dan inovasi teknologi bagi generasi muda.
Tingginya minat Gen Z terhadap jurusan ini didorong oleh adaptasi kurikulum yang tidak hanya fokus pada perbaikan mesin, tetapi juga mengintegrasikan manajemen bisnis modern dan teknologi kendaraan listrik (EV). Gen Z yang dikenal adaptif dan memiliki jiwa wirausaha tinggi melihat TBSM sebagai jalur cepat untuk mandiri secara finansial melalui ekosistem otomotif.
Salah satu daya tarik utama jurusan ini adalah irisan kuatnya dengan tren modifikasi dan gaya hidup berkendara yang masif di media sosial. Banyak siswa TBSM yang sudah mampu menghasilkan pendapatan mandiri sejak di bangku sekolah dengan membuka jasa restorasi, modifikasi kelistrikan, hingga menjadi content creator di bidang otomotif. Aktivitas ini membuktikan bahwa kompetensi yang diajarkan sangat relevan dengan industri kreatif digital saat ini.
Selain itu, aspek "Bisnis" dalam TBSM memberikan fondasi kuat bagi lulusannya untuk membuka lapangan kerja. Siswa tidak hanya dilatih menjadi mekanik di diler resmi, tetapi juga dibekali kemampuan manajemen bengkel, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan rantai pasok suku cadang. Di tengah ketatnya persaingan mencari kerja, kemampuan berwirausaha ini menjadi daya pikat utama bagi Gen Z yang enggan terikat jam kerja kantoran.
Pihak industri otomotif pun merespons positif tren ini. Kemitraan strategis antara SMK dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memastikan bahwa fasilitas laboratorium dan modul pembelajaran selalu diperbarui. Terlebih dengan masuknya era sepeda motor listrik, siswa TBSM kini mulai dilatih untuk menguasai teknologi baterai dan sistem kontrol elektronik, menjadikan lulusannya sebagai tenaga kerja siap pakai yang paling dicari di masa depan.
(admin)
Tingginya minat Gen Z terhadap jurusan ini didorong oleh adaptasi kurikulum yang tidak hanya fokus pada perbaikan mesin, tetapi juga mengintegrasikan manajemen bisnis modern dan teknologi kendaraan listrik (EV). Gen Z yang dikenal adaptif dan memiliki jiwa wirausaha tinggi melihat TBSM sebagai jalur cepat untuk mandiri secara finansial melalui ekosistem otomotif.
Salah satu daya tarik utama jurusan ini adalah irisan kuatnya dengan tren modifikasi dan gaya hidup berkendara yang masif di media sosial. Banyak siswa TBSM yang sudah mampu menghasilkan pendapatan mandiri sejak di bangku sekolah dengan membuka jasa restorasi, modifikasi kelistrikan, hingga menjadi content creator di bidang otomotif. Aktivitas ini membuktikan bahwa kompetensi yang diajarkan sangat relevan dengan industri kreatif digital saat ini.
Selain itu, aspek "Bisnis" dalam TBSM memberikan fondasi kuat bagi lulusannya untuk membuka lapangan kerja. Siswa tidak hanya dilatih menjadi mekanik di diler resmi, tetapi juga dibekali kemampuan manajemen bengkel, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan rantai pasok suku cadang. Di tengah ketatnya persaingan mencari kerja, kemampuan berwirausaha ini menjadi daya pikat utama bagi Gen Z yang enggan terikat jam kerja kantoran.
Pihak industri otomotif pun merespons positif tren ini. Kemitraan strategis antara SMK dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memastikan bahwa fasilitas laboratorium dan modul pembelajaran selalu diperbarui. Terlebih dengan masuknya era sepeda motor listrik, siswa TBSM kini mulai dilatih untuk menguasai teknologi baterai dan sistem kontrol elektronik, menjadikan lulusannya sebagai tenaga kerja siap pakai yang paling dicari di masa depan.
(admin)
Rating Berita
Skor Saat Ini: 0/5 (Total: 0 suara pembaca)